Deskripsi
“Semesta Nggak Selalu Denger, Tapi Aku Tetap Cerita” adalah novel reflektif tentang perjalanan tumbuh, kehilangan, dan keberanian untuk tetap jujur pada diri sendiri.
Rara, seorang remaja SMA yang pendiam, sering merasa dunia terlalu bising untuk mendengarkan isi hatinya. Lewat buku biru yang ia tulis diam-diam, ia belajar bercerita pada semesta — hingga pertemuannya dengan Arka, seorang fotografer yang melihat keheningannya sebagai sesuatu yang indah. Namun, seperti semua hal yang terlalu singkat dan terlalu bermakna, kebersamaan itu tidak bertahan lama.
Novel ini tidak hanya tentang cinta pertama, tapi tentang bagaimana seseorang belajar menerima luka, memaknai kehilangan, dan menemukan versi dirinya yang lebih kuat. Dengan bahasa yang lembut, liris, dan jujur khas generasi muda, kisah ini mengingatkan bahwa:
“Kadang, semesta memang diam. Tapi bukan berarti ia tidak mendengar.”
